Archive for June, 2008

Rindu Peluk Hariku

By penulis, June 18, 2008

Rindu temani hati kecil tiap hari ku
Membayangkan wajah ayu gadis terkasih
Hiasi asa penuh angan resah
Berharap bisa peluk cinta dengan indah

Khayal ku mulai kuasai jalan pikiran
Berharap sang gadis hadir dalam hari ku
Temani ku dengan senyum dan tawa
Agar ku tahu ku masih ada di dunia ini
Tuk mencinta dan dicinta bidadari ku

long distance between us is killing me. I wanna touch your face, give you a huge, and I wanna spare my times with you.

Malam Indah

By penulis, June 15, 2008

Malam terang bulan ku berpinta
Tuk jawaban hati yang selalu menunggu
Dari semua rasa tersimpan di kalbu
Nanti sang bidadari tuk hiasi suasanaSang bayu bertiup terpa jiwa
Bawa harum wangi bidadari turun
Temani aku lewati malam indah
Dengan rasa bahagia rangkul hati

Ku pinta lagi satu hal pada-Nya
Abadikanlah malam ini dalam hidupku
Saat ku temukan cinta tuk hati
Agar ku selalu bersama dirinya

Hutan yang Hilang

By penulis, June 10, 2008

Telinga ku mulai menangis
Tak kuat tuk menahan dentuman suara
Mesin yang mulai tertawa menampar bumi
Coba tuk rubah jadi benda mati
Menjulang lebih tinggi dari pohon

Kenapa hutan ku harus begini
Dulu kau begitu indah tuk ku jelajahi
Begitu asri ku lihat hijau mu

Sekarang kau telah berubah sangat jauh
Tinggalkan semua kenangan ku akan mu
Tak lagi mau bersahabat dengan ku
Karena rasa mu telah mati
Sebab kau telah berubah jadi batu

Yang kulihat sekarang adalah hutan batu
Lebih kejam dari diri mu
Tidak kenal lagi akan manusia
Hanya kenal aka kekuasaan dan uang

Ohh…hutan ku yang dulu
Maafkanlah orang-orang itu
Yang telah mendandani mu seperti ini
Agar kami tidak merasakan amarah mu

Sampai Jumpa Bidadari

By penulis, June 2, 2008

Tengadah muka meratapi paras mega
Perlahan hati mulai kecap ketenangan dalam rasa
Ditemani surya yang mulai memerahkan wajah langit
Nikmati sore jelang malam dekati senja
Tutup hari begitu mesra adanya

Mata terpejam dalam buaian bulan purnama
Coba raih mimpi indah melodi harpa
Petik jemari lentik sang bidadari langit
Duduk bersimpuh tatap ragaku
Jaga hati resap asa tersimpan sudah
Dalam tatap mata sang bidadari suci
Titip harapan yang belum diraih

Ternyata bulan enggan tuk bertemu surya
Buka mata dengan cahaya sinarnya
Buat bidadari tinggalkan mimpi
Walau hati tak rela tuk ditinggalkan
Perpisahanlah yang terbaik tuk kala ini

Masa Lalu demi Masa Depan

By penulis, June 1, 2008

Jangan sesali semua yang berlalu
Tapi bahagialah karena telah lalui
Meski harus dipenuhi tangis air mata
Walau diselingi tawa canda tiap hari

Tetaplah mengenang hal yang dulu
Agar kita abadi dalam hati terpisah
Tatkala kita berjalan dengan keinginan
Capai asa yang telah tertanam sedari dulu