Pemuda itu-3rd

Category : CerPen

Malam pun semakin gelap dan dalam. Kesunyian telah kuasai jalanan desa yang belum beraspal. Ditengah keheningan itu sang pemuda berjalan berhiaskan senyuman penuh harapan terlihat di wajahnya. Derap langkah pasti pun terdengar sangat jelas memecahkan suasana. Pintu rumah pun terbuka setelah ketukannya membangunkan penghuni rumah. “Dari mana saja kah engkau ini?” tanya sahabatnya yang mencemaskan keberadaannya.”Semuanya telah engkau resahkan dengan menghilangnya dirimu tanpa pesan yang jelas” tambah sahabatnya. Pertanyaan tersebut hanya dibalas senyuman olehnya. Sang sahabat pun mulai kebingungan dengan sikap si pemuda. Dengan suara pelan namun jelas, pemuda itu berkata “ Kini aku telah menemukan jawaban dari semua pertanyaan aku”. Si sahabat pun merasa tenang saat mendengarkan jawaban tersebut walaupun dia tidak tahu maksud dari kata-kata itu.

Sang surya pun mulai temui bumi di pagi hari. Suasana pagi yang indah, berhiaskan tabir embun putih dan udara segar menusuk dada. Jendela kamar pun dibuka oleh si pemuda tuk sambut sinar matahari pagi. Pemuda itu menarik nafas begitu dalam agar udara pagi bersihkan paru-paru. Tertahan lama udara itu seakan tak bisa keluar dari tubuh pemuda. Perlahan mata terbuka sembari menghela nafas yang tertahan. “Pagi indah, kini aku tak kan mengurung rasa yang telah kembali”, teriak pemuda dalam hati.

penggalan

Category : Puisi

Disini kuberdiri lagi. Tapi ku tak tahu harus melangkah kemana.
Ingin ku kembali ke belakang tuk temui mu, takut ku engkau telah pergi
jalan di depan ku masih jauh, ngeri datang hampiri bawa gagal disisi

Pemuda itu–2nd

Category : CerPen

Setelah lama dia berpikir mencari jawaban, matanya terpejam tuk renungkan semua. Gelap….hening…sunyi…. itulah yang terasa saat dia tutup mata. Perlahan dia melangkah dalam gelapnya mimpi jauhnya. Merangkak sambil meraba-raba tempat dia berpijak, mulai terlihat titik cahaya yang menyilaukan mata. “Mungkinkah itu jawaban yang selama ini aku cari?” pikir pemuda itu. Semangatnya semakin kuat tatkala cahaya itu semakin dekat dalam jangkauannya.

Tekad pemuda itu mulai tumbuhkan semangat dalam jiwanya. Selangkah demi selangkah dia mulai berdiri, meskipun masih terlihat goyah saat menapakkan kaki. Satu, dua, tiga, empat langkah mulai stabil tuk menyongsong cahaya perubahan. Keyakinannya pun semakin kuat tuk membuat tubuhnya berlari agar lebih cepat menuju cahaya. Tiba-tiba saja pemuda itu tersandung oleh batu kerikil kecil yang membuatnya tersungkur lagi menghujam tanah. Teriak pemuda itu “TUNGGU AKU!!!!”.

Terbangun sudah dia dari mimpinya itu. Mata terbuka begitu cepatnya tuk kembali ke dunia yang penuh tanya itu. Perlahan wajah yang  dulu pesimis berubah menjadi wajah semangat dihiasi senyuman kemenangan. “Ternyata itulah jawaban yang aku cari selama ini” gumam hatinya. Tubuh terbangun dari rebahan mencoba berdiri. Sang surya sudah tidak terlihat lagi kala itu yang telah tergantikan oleh rembulan indah.

“Kini aku sadari adanya. Aku ada disini karena semuanya, orang tua aku, saudara-saudara aku, keluarga aku, dan teman-teman aku. Aku tidak akan membuat mereka kecewa akan keberadaan aku saat ini.” tegasnya dalam hati. Pemuda itu kembali dapatkan semua yang telah hilang lama dari kehidupannya. Perjalanannya pulang ke rumah pun dipenuhi dengan harapan yang kembali bersemi.

———————————to be continued———————————–

Titik terang dalam hidup

Category : Puisi

Dalam ramai langkah kaki tak hiraukan keberadaan ku
Duduk ku sendiri  sembari peluk lutut lamunkan asa
Pikirkan arti keberadaan ku di atas dunia ini
Adakah ku bermakna hadir di bumi ini?

Kian lama ku lamunkan, air mata mulai temani
Tatkala jawaban itu belum juga hampiri tubuh
Makin dalam ku terjatuh dalam lamunan
Hingga ku tak tahu lagi tuk mulai hidup darimana

Ku alihkan pandangan dengarkan suara sayu
Sentuh telinga panggil ku tuk mencari adanya
Mata pun terundang menjelajah sekitar ku gelap
Harapkan lihat pemilik suara itu

Uluran tangan terbuka di depan kedua mata
Ku angkat kepala merasa tak percaya
Terlihat raut wajah yang selama ini ku rindukan
Rajut kembali asa ku menatap senyumannya
Langkahkan kaki tuk berjalan bersampingan
Tuk mulai hidup yang lebih baik dari sekarang

Surya Jaga

Category : Puisi