Archive for August, 2008

Masa Depan Ku

By penulis, August 30, 2008

Disini ku berdiri dalam keraguan
Coba tuk tentukan langkah hidup
Penuh bimbang tuk lalui jalanan berliku
Walau ku tahu harus pilih satu antara semua
Biarpun ku coba tuk tak memilih

Ku berusaha tuk teguhkan hati
Pejamkan mata tuk tetapkan jiwa
Mulai renungkan asa tuk bertahan
Hadapi kenyataan sambut tiap langkah
Tuk jalani hidup demi masa depan
Menanti ku dengan penuh tanya

Titik terang dalam hidup

By penulis, August 24, 2008

Dalam ramai langkah kaki tak hiraukan keberadaan ku
Duduk ku sendiri sembari peluk lutut lamunkan asa
Pikirkan arti keberadaan ku di atas dunia ini
Adakah ku bermakna hadir di bumi ini?

Kian lama ku lamunkan, air mata mulai temani
Tatkala jawaban itu belum juga hampiri tubuh
Makin dalam ku terjatuh dalam lamunan
Hingga ku tak tahu lagi tuk mulai hidup darimana

Ku alihkan pandangan dengarkan suara sayu
Sentuh telinga panggil ku tuk mencari adanya
Mata pun terundang menjelajah sekitar ku gelap
Harapkan lihat pemilik suara itu

Uluran tangan terbuka di depan kedua mata
Ku angkat kepala merasa tak percaya
Terlihat raut wajah yang selama ini ku rindukan
Rajut kembali asa ku menatap senyumannya
Langkahkan kaki tuk berjalan bersampingan
Tuk mulai hidup yang lebih baik dari sekarang

Ulang Tahun

By penulis, August 24, 2008

Tak sadar ku telah melangkah sejauh ini
Begitu banyak rasa yang telah ku lewati
Agar ku bisa berpikir akan arti hidup
Yang telah lama terlupakan oleh masa
Biarkan ku melangkah sesuka hati adanya

Kini ku mulai terpikir akan masa depan
Hadang ku di tiap langkah penuh tanya
Kemanakah kan ku bawa makna nafas ku
Telah sekian lama ku biarkan tak berarti

Beribu syukur ku ucapkan kepada-NYA
Masih izinkan ku hirup udara dari-NYA
Tatap semua bentuk ciptaan-NYA

Never Say Die

By penulis, August 20, 2008

Derap langkah mulai terasa berat
Hembusan nafas mulai terasa sesak
Telusuri jalanan setapak berbatu
Tuk gapai semua impian dalam hati

Sering kali ku terjatuh tentukan langkah
Ku coba berdiri lagi tuk teruskan
Walau ku harus mulai lagi dari awal
Agar ku bisa dapatkan semua khayalanku

Maaf Atas Salah ku

By penulis, August 20, 2008

Hati pinta kan maaf untuk salah yang terbuat
Baik sadar atau pun tanpa sadar dekap raga
Bukan maksud tuk goreskan luka penuh sayatan
Ciptakan amarah bergolak dalam jiwa mu

Ku tak ingin lepaskan rasa selimuti hari
Meski sekejap ku tak kan biarkan terjadi
Karena ku t’lah teguhkan asa tuk bersama
Jalani hidup sampai ajal datang hampiri