Pemuda itu

Category : CerPen

Sore hari yang diwarnai oleh senja, dihiasi rintik hujan turun dari langit yang biru. Dari ujung jalan mulai muncul sosok tubuh yang berjalan sembari berpikir akan sesuatu hal. Kian lama kian jelas nian siapa pemilik sosok tersebut. Langkah demi langkah diiringi oleh pertanyaan yang belum dia dapatkan jawaban. Kepala yang tertunduk menatap wajah jalan yang dilewati dengan mimik wajah penasaran. Walaupun hujan pun mulai ramai menyapa jalanan, dia tetap melangkah saja tak menggubrisnya. Semua mata memandanginya dengan penuh tanya, “ada apakah gerangan dengan pemuda tersebut????” tanya seorang ibu kepada orang di sebelahnya. “saya juga kurang bisa menebak ada apa yang terjadi dengan dia. Semoga dia tidak ada pikiran tuk melakukan hal yang aneh-aneh saja” jawabnya.

Kerumunan orang pun dilewati tanpa ada basa-basi. Fokusnya akan pertanyaan yang rangkul otaknya  buat dia tidak perhatikan keadaan sekitar. “apakah aku bisa melewatinya??” tanya dia kepada diri sendiri. Pertanyaan yang begitu luas sekali, sampai-sampai dia tidak bisa menemukan jawaban untuk itu.

Hujan pun mulai bosan tuk berpesta. Perlahan mereka meninggalkan pemuda itu dalam kesendiriannya. Sang surya pun menampakkan wajahnya walaupun tidak secerah saat siang hari. Tiba-tiba dia berhenti melangkah dan menatap sayu kepada surya, seakan-akan dia tidak berharap akan kehadiran cahaya tersebut. Dia merebahkan tubuh di tengah taman yang masih basah. Tangan menyilang dibelakang kepala sambil menghela nafas panjang.”Benarkah semua yang telah aku lalui ini?. Ataukah ku hanya berjalan dengan kebimbangan yang tidak ku ketahui?” kembali terdengar kata dari hati pemuda itu.

——————————–to be continued——————

No related posts.

Post a comment