Posted on 28-02-2010 | By: Rahim Rasyid |
Category : Komputer
Tags: IPv4, jaringan, jaringan komputer, Komputer
IPv4 adalah salah satu cara pemberian alamat kepada perangkat yang terhubung dengan jaringan. Dengan menggunakan sebuah alamat, atau yang sering disebut dengan IP address, sebuah perangkat baik itu komputer, printer, router, dan lainnya bisa dijangkau dari jaringan. IPv4 terbagi dalam beberapa kelas, yaitu :
kelas A = 1-127
kelas B = 128-191
kelas C = 192-223
kelas D = 224-239
kelas E = 240-255
yang umum digunakan adalah kelas A, B, dan C. untuk kelas D dan E disediakan untuk multicast dan percobaan atau penelitian. ada beberapa IP address yang diberi sifat khusus yaitu 127.0.0.1 yang berfungsi sebagai loop back ke perangkat itu sendiri. Ada juga yang disebut dengan IP address private, yang ada pada tiap kelas, yaitu :
kelas A = 10.0.0.0 – 10.255.255.255.255/8
kelas B = 172.16.0.0 – 172.31.255.255/16
kelas C = 192.168.0.0 – 192.168.255.255/24
angka yang berada dibelakang ‘/’ itu menentukan banyaknya bit yang digunakan sebagai bit network yang akan menentukan alamat subnetmask. jika kita sudah bicara tentang subnetmask, akan lebih mudah mencarinya dalam bentuk biner dibandingkan dalam bentuk desimal.
Sebenarnya, IP address itu terdiri dari 32 bit yang dibagi menjadi 4 oktet yang dipisahkan dengan titik. dibawah ini adalah representasi dari tiap kelas dalam bentuk biner
kelas A = 0xxxxxxx.zzzzzzzz.zzzzzzzz.zzzzzzzz
kelas B = 10xxxxxx.xxxxxxxx.zzzzzzzz.zzzzzzzz
kelas C = 110xxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.zzzzzzzz
x melambangkan bit network dan z melambangkan bit host.
beberapa hal yang bisa dicari dengan menggunakan bit network dan bit host
- mencari subnetmask
dengan mengetahui berapa banyak bit network yang ada, kita bisa mengetahui subnetmask dari IP address tersebut. cara mendapatkan subnetmask adalah dengan memberikan nilai 1 kepada bit network dan memberikan nilai 0 pada bit host. misalkan bit network diketahui sebanyak 16 bit, maka subnetmasknya adalah
11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0 ( diubah kedalam bentuk desimal )
- mencari network address
hampir sama dengan mencari subnetmask, disini kita membiarkan bit network seperti apa adanya dan semua bit host diberikan nilai 0. misalkan kita punya IP address 192.168.142.60/27. kita ingin mengetahui IP tersebut ada di jaringan yang mana. Caranya adalah sebagai berikut
ubah IP menjadi bentuk biner
192.168.142.00111100
kita tau bahwa tiap oktet itu terdiri dari 8 bit, jadi untuk 3 oktet pertama tidak perlu diubah menjadi bentuk binernya karena hanya akan menghabiskan waktu dan tenaga anda :p. keseluruhan IP address itu terdiri dari 32 bit yang terbentuk dari bit host dan bit network. pada alamat diatas telah diberitahukan bahwa bit network ada sebanyak 27 bit (dilihat dari /27), maka bit host nya adalah 32-27 = 5. jadi 5 bit terakhir akan kita ubah menjadi 0 seperti berikut
192.168.142.00100000 = 192.168.142.32 (ini adalah network address yang dicari)
ternyata 192.168.142.60/27 berada pada jaringan 192.168.142.32
- mencari broadcast addres
untuk mencari broadcast address, kita melakukan hal terbalik pada saat mencari network address. pada pencarian network address, semua bit host nya dibuat menjadi 0, maka pada pencarian broadcast address ini semua bit host nya dibuat menjadi 1. kita pakai contoh pada pencarian network address diatas
192.168.142.00111111 = 192.168.142.63 (ini adalah broadcast address yang dicari)
tulisan berikutnya akan membahas tentang subneting.
Posted on 05-06-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Komputer
Tags: jaringan, jaringan komputer, Komputer
Sebuah port yang ada pada blocking state tidak akan berpartisipasi dalam frame forwarding seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Setelah melakukan inisialisasi, sebuah BPDU dikirim ke tiap-tiap port yanga ada pada switch itu. Switch secara inisial akan menganggap dia adalah root sampai switch itu bertukar informasi BPDU dengan switch yang lainnya. Pertukaran ini akan menentukan switch mana dalam jaringan tersebut yang benar-benar adalah root. Jika cuma ada satu switch dalam jaringan, maka Continue Reading
Posted on 03-06-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Komputer
Tags: jaringan, jaringan komputer, Komputer
Delay propagasi dapat muncul ketika informasi protocol dilewatkan melalu sebuah switched LAN. Hasilnya, perubahan pada topology jaringan akan berlaku pada waktu yang berbeda dan tempat yang berbeda pula di jaringan yang menggunakan switch. Ketika port pada switch melakukan transisi langsung dari non-paritcipation pada stable topology menjadi forwading state, hal ini akan mengakibatkan data loops sementara. Port-port harus menunggu informasi topology yang baru untuk propagasi melalui switched LAN sebelum mulai berubah ke forward frames. Port-port juga harus menunggu frame lifetime habis yang telah diteruskan menggunakan topology yang lama.
Ada 5 state pada port yang menggunakan Spanning Tree Protocol, yaitu :
- Blocking
- Listening
Continue Reading
Posted on 02-06-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Komputer
Tags: jaringan, jaringan komputer, Komputer
Spanning Tree Protocol atau yang sering disingkat dengan STP adalah link layer networ protocol yang menjamin tidak adanya loop dalam topologi dari banyak bridge/switch dalam LAN. STP ini berdasarkan pada sebuah algoritma yang ditemukan oleh Radia Perlman sewaktu bekerja untuk Digital Equipment Corporation. Dalam model OSI untuk jaringan komputer, STP ada di layer 2 OSI. Spanning tree memperbolehkan desain jaringan memiliki redundan links untuk membuat jalur backup otomatis jika sebuah link aktif gagal bekerja, tanpa adanya bahaya dari loop pada bridge/switch. Loop pada bridge/switch akan menghasilkan flooding pada network.
Spanning Tree Protocol ini didefenisikan pada IEEE Standard 802.1D. Seperti namanya, protokol ini membuat sebuah spanning tree dalam jaringan yang menghubungkan banyak bridge/switch ( biasanya Ethernet switches), dan menon-aktifkan links yang tidak termasuk dalam tree, meninggalkan satu jalur aktif antara dua buah jaringan.

Masalah umum yang bisa diatasi oleh Spanning Tree Protocol ini adalah Continue Reading
Posted on 01-06-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Komputer
Tags: jaringan, jaringan komputer, Komputer
Protokol-protokol yang menjadi penunjang untuk jaringan VoIP adalah :
- Protokol TCP/IPTCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol)
merupakan sebuah protokol yang digunakan pada jaringan Internet. Protokol ini terdiri dari dua bagian besar, yaitu TCP dan IP.
- Application layer
Fungsi utama lapisan ini adalah pemindahan file. Perpindahan file dari sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan suatu sistem pengendalian untuk menangatasi adanya ketidak cocokan sistem file yang berbeda beda. Protokol ini berhubungan dengan aplikasi. Salah satu contoh aplikasi yang telah dikenal misalnya HTTP (Hypertext Transfer Protocol) untuk web, FTP(File Transfer Protocol) untuk perpindahan file, dan TELNET untuk terminal maya jarak jauh.
- TCP (Transmission Control Protocol)
Dalam mentransmisikan data pada layer Transpor ada dua protokol yang berperan yaitu TCP danUDP. TCP merupakan protokol yang connection-oriented yang artinya menjaga reliabilitas hubungan komunikadasi end-to-end. Konsep dasar cara kerja TCP adalah Continue Reading