Posted on 23-11-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: cinta, hati, kasih sayang, maaf, Puisi, Rindu, sayang
Tiada suatu ingin hati ini terjadi
Berikan beban berat dalam harimu
Isi pikiran dengan kebingungan ini
Terlalu banyak untuk engkau
Ku tahu ku t’lah salah
Terlalu banyak salah yang ku lakukan
Munculkan rasa hati penuh resah
Akan sikap sifat ku yang arogan
Hanya maaf yang bisa terucapkan
Bosan sudah engkau dengan kata-kata itu
Janji yang selalu terucap berulang kali oleh ku terlupakan
Yang jadikan itu semua bak berhembusnya sang angin
cepat sembuh yah dindaku sayang, maaf dah buat dinda jadi kayak gini
Posted on 25-10-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: cinta, hati, maaf, Puisi, salah, sesal
tak terkira perih luka dalam hati
saat ku resapi rangkaian kata yang terucap
buat tubuh ku tak berdaya tuk terima
semua yang terngiang di telinga ini
bahwa dia lebih dari ku di hati mu
ku akui ku cemburu tahu hal itu
ku akui hati ku tersayat karena itu
buat ku tak bisa menahan semua gejolak
sehingga ku tak mungkin tuk melangkah lagi
aku kan mundur teratur untuk mu
agar ku tidak menjadi penghalang bagi mu
maaf kan semua salah ku selama ini
karena ku tau ku tlah berlaku salah
salah menjadi pengganggu di hidup mu
yang tidak pernah kau harapkan hadirku
Posted on 06-05-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: cinta, kasih sayang, maaf, sayang
Saat kata maaf tak berarti lagi
Tuk padam kan amarah yang berkobar
Penuhi hati dengan kegelapan emosi
Semua berubah jadi buram di terang nya sinar
Ku tau ku telah berbuat salah pada mu
Dan sering kali ku lakukan lagi
Mungkin sekarang tlah capai batas
Tuk berikan maaf kepada ku
Walau pun kata maaf itu tak ada lagi untuk ku
Tapi ku tetap meminta maaf dari mu
Agar ku bisa damai tuk jalani hari ku
Tanpa di bebani pikiran tentang mu
Posted on 12-03-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: maaf, nafas, sayang, sepi, sesal, tuhan
Ku terbaring tak berdaya
Coba gerakkan tubuh tak bergeming
Terasa gelap sunyi sekitar ku
Coba buka mata, terpejam sudah
Hitam, hitam, dan hitam semua
Tatkala sepi terlalu kuat rangkul ku
Coba dengarkan suara yang biasa dulu
Tapi lebih sepi dari tidur malamku
Teriak, kucoba bersuara ke dunia
Agar semua perhatikan ku
Ternyata tertutup rapat sudah mulut ku
Karna ku terbaring tak berdaya
Dalam ruang sempit hanya untuk ku
Sendiri, sendiri, dan sendirian saja
Kini ku telah mati tinggalkan dunia
Karena tubuh telah terkujur kaku
Dalam rumah kecilku, kuburan abadi ku
Posted on 20-08-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: hati, maaf
Hati pinta kan maaf untuk salah yang terbuat
Baik sadar atau pun tanpa sadar dekap raga
Bukan maksud tuk goreskan luka penuh sayatan
Ciptakan amarah bergolak dalam jiwa mu
Ku tak ingin lepaskan rasa selimuti hari
Meski sekejap ku tak kan biarkan terjadi
Karena ku t’lah teguhkan asa tuk bersama
Jalani hidup sampai ajal datang hampiri