Posted on 23-10-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: cinta, gadis, hati, kasih sayang, masa depan, Puisi, Rindu, sayang
Begitu indah terasa saat itu
Inginkan waktu berjalan lambat
Biar ku puaskan hati menatapnya
Obati rindu yang teramat dalam
Yang telah terjaga sekian lama
Tak ingin mata berkedip memandang
Paras cantik gadis impian
Tatkala senyum manis terlukis di pipi
Alangkah bahagia menembus jantung
Bersyukur ku bisa memilikinya
Posted on 24-03-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: hati, masa depan, Puisi, tunggu, waktu
tiada suatu hal yang perlu di khawatirkan di dunia ini
berpikirlah tentang dunia lain yang akan engkau tuju nanti
saat nafas terakhir terlepas dari tubuh
tinggalkan semua yang ada di dunia fana ini
mulai lah isi hari dengan indahnya taqwa
tiap langkah selalu sebut nama NYA
lihat lah sekitar mu saat menapaki wajah bumi
agar engkau bersyukur atas semua yang engkau miliki
yang akan ditinggal saat menuju perhentian terakhir
Posted on 11-03-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: cinta, harapan, hati, masa depan, sayang, tuhan
Isak tangis coba tuk ditahan
Senyum palsu coba tuk perlihatkan
Bahwa ketegaran ada dalam diri
Tuk hadapi dunia yang kejam ini
Dalam kesedihan engkau tertawa
Berlari, bermain dan bercanda dengannya
Ketidak berdayaan yang engkau punya
Buat engkau biasa bertemunya
Bersabarlah wahai engkau
Keberadaanmu tidak sendiri disini
Kami peduli akan harimu
Anak jalanan yang terus berjuang
Untuk hidup di hari esok
Posted on 26-12-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: harapan, masa depan, Puisi, tuhan
perjalanan hidup telah di mulai
Langkah pertama pun sudah terpijak
Hantam wajah bumi yang kian panas
Sambut asa penuh keraguan
Ku tatap semua begitu indah terlihat
Dengar suara merdu goda telinga
Ternyata tangis anak kecil yang menyapa
Dengan tangan terngadah pinta sesuatu
Ku selami jauh wajah polos nya
Terlihat kejamnya ibu kota ini
Yang tidak bisa merasakan kehidupan
Yang seharusnya dikecap oleh dia
Posted on 25-08-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: masa depan, masa lalu, Puisi
Disini kuberdiri lagi. Tapi ku tak tahu harus melangkah kemana.
Ingin ku kembali ke belakang tuk temui mu, takut ku engkau telah pergi
jalan di depan ku masih jauh, ngeri datang hampiri bawa gagal disisi