Posted on 07-03-2009 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: cinta, harapan, hati, mimpi, Puisi, Rindu, sayang, sepi
Saat termenung dalam keramaian
Rasakan rindu datangi hati
Ajak khayal menari indah
Bawa jauh sadar ku terbenam
Nikmati tarian rindu begitu elok
Makin dalam ku termenung sendiri
Walau tinggi suara teriak di telinga
Ku acuhkan tuk terus berkhayal
Coba tuk sembuhkan rindu kepadanya
Dengan khayalkan ku bertemu dia
Walau itu tak nyata adanya
Buat ku sudah cukup tuk sirami rasa rindu di hati.
Posted on 26-10-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : MindBlowing
Tags: bahagia, mimpi
Janji telah terucap sudah dari mulut
Kata itu terngiang terus dalam hati
Berikan semangat untuk penuhi
Agar ku bahagia gapai mimpi indah
Posted on 25-08-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : CerPen
Tags: mimpi, sunyi
Setelah lama dia berpikir mencari jawaban, matanya terpejam tuk renungkan semua. Gelap….hening…sunyi…. itulah yang terasa saat dia tutup mata. Perlahan dia melangkah dalam gelapnya mimpi jauhnya. Merangkak sambil meraba-raba tempat dia berpijak, mulai terlihat titik cahaya yang menyilaukan mata. “Mungkinkah itu jawaban yang selama ini aku cari?” pikir pemuda itu. Semangatnya semakin kuat tatkala cahaya itu semakin dekat dalam jangkauannya.
Tekad pemuda itu mulai tumbuhkan semangat dalam jiwanya. Selangkah demi selangkah dia mulai berdiri, meskipun masih terlihat goyah saat menapakkan kaki. Satu, dua, tiga, empat langkah mulai stabil tuk menyongsong cahaya perubahan. Keyakinannya pun semakin kuat tuk membuat tubuhnya berlari agar lebih cepat menuju cahaya. Tiba-tiba saja pemuda itu tersandung oleh batu kerikil kecil yang membuatnya tersungkur lagi menghujam tanah. Teriak pemuda itu “TUNGGU AKU!!!!”.
Terbangun sudah dia dari mimpinya itu. Mata terbuka begitu cepatnya tuk kembali ke dunia yang penuh tanya itu. Perlahan wajah yang dulu pesimis berubah menjadi wajah semangat dihiasi senyuman kemenangan. “Ternyata itulah jawaban yang aku cari selama ini” gumam hatinya. Tubuh terbangun dari rebahan mencoba berdiri. Sang surya sudah tidak terlihat lagi kala itu yang telah tergantikan oleh rembulan indah.
“Kini aku sadari adanya. Aku ada disini karena semuanya, orang tua aku, saudara-saudara aku, keluarga aku, dan teman-teman aku. Aku tidak akan membuat mereka kecewa akan keberadaan aku saat ini.” tegasnya dalam hati. Pemuda itu kembali dapatkan semua yang telah hilang lama dari kehidupannya. Perjalanannya pulang ke rumah pun dipenuhi dengan harapan yang kembali bersemi.
———————————to be continued———————————–
Posted on 06-06-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: hati, mimpi
Suara dalam hati mulai bergolak
Untuk mengungkapkan rasa terpendam
Yang sedari dulu terkurung begitu rapi
Tanpa kesempatan berucap pada dunia
Mungkin saat ini adalah masa yang tepat
Hati pun mulai berontak tuk melawan
Hancurkan gerbang berdiri kokoh didepan
Ungkapkan semua impian yang terlupa
Dream is a right for human. Human with no dream? I think there is no one like that. Wherever and whatever, dream always come to our heart. Never think to leave it behind. Keep your dream and you will keep your feel.
Posted on 25-05-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: masa lalu, mimpi
Ku terbangun di tengah malam yang sunyi
Tersentak seketika saat coba tuk raih kembali
Semua kenangan yang datangi ku dalam mimpi
Walau pun hal itu tak ingin ku ingat lagi
Agar hidup ku sanggup tuk jalani
Tarik nafas ku harap tenangkan jiwa
Coba rengguh jantung ku yang berdetak liar
Suarakan pinta lama dalam hati kecil
Bangun kembali dari pusara terdalam
Akhir dari semua asa yang tak tercapai
Suara malam bergegas tuk hampiri
Berusaha sadarkan pikiran kacau di benak ku
Kuatkan jiwa hadapi gejolak hidup
Tatkala semuanya memang sudah tiada lagi
Hanyalah kenangan lalu coba datang kembali
Tiba-tiba aku terbangun ditengah heningnya malam. Karena aku teringat semua kenangan masa lalu saat bersamanya. Tapi semuanya itu hanyalah kenangan belaka antara aku dan dia. Akhirnya puisi ini tercipta sebelum aku kembali tertidur lagi. Dengan harapan agar mimpi itu tidak datang kembali dalam tidur aku.