Posted on 19-12-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: Puisi, sepi, sunyi
Kosong…..
Apakah artinya itu?
Sesuatu yang tidak ada isinya
Ataukah tidak berarti semata tapi terlaksana?
Masih ku bingung tuk tentukan makna
Ku rasa sepi dalam keramaian hari
Ku temukan sunyi di gemerlap bintang
Apakah itu yang dimaksud dengan kosong?
Pikir masih bertanya tentang kosong
Karena kosong tak pernah terasa oleh ku
Ataukah ku telah berada dalam kosong itu?
Kosong…….kosong……….
Ku tak tahu apa itu
Posted on 12-12-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: hati, sepi, sunyi
Kala ku sendiri jalani malam sunyi
Angin malam tegur ku dengan sayu
Ku hanya bisa sahut dengan dekapkan badan
Pertanda ku dengarkan seru tegurnya
Langkah kaki tetap terirama pelan
Biar sang angin tidak terlalu keras tegurannya
Karena ku takut tubuh ku kalah
Terkapar lemas tak bisa lakukan apa-apa
Dalam langkah ku nikmati malam ini
Walau sendiri ku berjalan tetap senyum
Posted on 09-11-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : Puisi
Tags: hati, Puisi, sepi, sunyi
Teriak sepi membahana di udara
Meski tiada seorangpun dengarkannya
Tangisan sunyi penuhi kegelapan
Walau terangnya cahaya surya begitu terasa
Semua telah lupa akan keberadaan mu
Posted on 25-08-2008 | By: Rahim Rasyid |
Category : CerPen
Tags: mimpi, sunyi
Setelah lama dia berpikir mencari jawaban, matanya terpejam tuk renungkan semua. Gelap….hening…sunyi…. itulah yang terasa saat dia tutup mata. Perlahan dia melangkah dalam gelapnya mimpi jauhnya. Merangkak sambil meraba-raba tempat dia berpijak, mulai terlihat titik cahaya yang menyilaukan mata. “Mungkinkah itu jawaban yang selama ini aku cari?” pikir pemuda itu. Semangatnya semakin kuat tatkala cahaya itu semakin dekat dalam jangkauannya.
Tekad pemuda itu mulai tumbuhkan semangat dalam jiwanya. Selangkah demi selangkah dia mulai berdiri, meskipun masih terlihat goyah saat menapakkan kaki. Satu, dua, tiga, empat langkah mulai stabil tuk menyongsong cahaya perubahan. Keyakinannya pun semakin kuat tuk membuat tubuhnya berlari agar lebih cepat menuju cahaya. Tiba-tiba saja pemuda itu tersandung oleh batu kerikil kecil yang membuatnya tersungkur lagi menghujam tanah. Teriak pemuda itu “TUNGGU AKU!!!!”.
Terbangun sudah dia dari mimpinya itu. Mata terbuka begitu cepatnya tuk kembali ke dunia yang penuh tanya itu. Perlahan wajah yang dulu pesimis berubah menjadi wajah semangat dihiasi senyuman kemenangan. “Ternyata itulah jawaban yang aku cari selama ini” gumam hatinya. Tubuh terbangun dari rebahan mencoba berdiri. Sang surya sudah tidak terlihat lagi kala itu yang telah tergantikan oleh rembulan indah.
“Kini aku sadari adanya. Aku ada disini karena semuanya, orang tua aku, saudara-saudara aku, keluarga aku, dan teman-teman aku. Aku tidak akan membuat mereka kecewa akan keberadaan aku saat ini.” tegasnya dalam hati. Pemuda itu kembali dapatkan semua yang telah hilang lama dari kehidupannya. Perjalanannya pulang ke rumah pun dipenuhi dengan harapan yang kembali bersemi.
———————————to be continued———————————–